Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Vaksinasi Covid-19 Anak: Disambut Demi Sekolah Tatap Muka, Ditolak karena Hoaks

Seorang anak memakai seragam sekolah saat pemeriksaan kesehatan dan suhu tubuh sebelum menjalani vaksinasi Covid-19 di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan 1,3 juta anak usia 12 tahun ke atas untuk disuntik vaksin Covid-19 guna mencapai herd immunity pada Agustus mendatang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W



Infoacehtimur.com / Kesehatan - Kementerian Kesehatan menyasar kelompok anak usia 12-17 tahun dalam program vaksinasi Covid-19. Salah satu pertimbangannya karena terdapat lebih dari 108 ribu kasus terkonfirmasi pada rentang usia tersebut dari total 2 juta kasus positif Covid-19 di Indonesia.


Dengan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional dan persetujuan dari BPOM atas penggunaan vaksin Sinovac buatan PT Bio Farma untuk kelompok usia lebih dari 12 tahun, pemerintah mulai memvaksinasi kelompok anak dan remaja sejak 1 Juli lalu.

Kebijakan ini disambut baik sejumlah kalangan, terutama para guru. Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan, pemberian vaksin pada anak dapat membantu persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.


Meski demikian, Satriwan menemukan masih terdapat orang tua yang menolak anaknya divaksin sebelum pembukaan sekolah. P2G melakukan survei melalui Google Form sejak 5-8 Juli 2021 terhadap 9.000 orang tua yang memiliki anak 12-17 tahun di 34 provinsi.


Sampai Kamis sore, 8 Juli 2021, data yang masuk ada 8.742 jawaban. Dari angka itu, sebanyak 13,1 persen orang tua tidak setuju anak diberikan vaksin Covid-19. “Alasannya macam-macam, di antaranya khawatir dampak pengikut, yaitu kesehatannya, orang tua khawatir tidak halal,” kata Satriwan kepada Tempo, Kamis, 8 Juli 2021.




P2G menggelar survei soal vaksinasi Covid-19 pada anak.


Sumber : Tempo.co / Reporter: Friski Riana / Editor: Syailendra Persada