Berdasarkan hasil penilaian dan keputusan dewan juri pada Jumat (29/10/2021) sore, Aflidar Firya dan Nasya Nazmah masing-masing ditetapkan sebagai Raja dan Ratu Baca Aceh Tahun 2021.
Infoacehtimur.com / Banda Aceh - Rangkaian pemilihan Raja dan Ratu Baca Aceh yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) sejak 1 Oktober lalu, berakhir sudah.
Berdasarkan hasil penilaian dan keputusan dewan juri pada Jumat (29/10/2021) sore, Aflidar Firya dan Nasya Nazmah masing-masing ditetapkan sebagai Raja dan Ratu Baca Aceh Tahun 2021.
Aflidar Firya merupakan warga Meunasah Papeun, Kabupaten Aceh Besar yang kuliah di Program Studi (Prodi) Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.
Sedangkan Nasya Nazmah merupakan warga Gampong Waido, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie yang berstatus mahasiswi Prodi Ilmu Politik FISIP Universitas Syiah Kuala (USK).
Juara favorit I Raja dan Ratu Baca Aceh 2021 masing-masing diraih oleh Andre Giovani, warga Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh yang juga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry dan Tasya Rizfi Putri, warga Lam Ara, Banda Raya, Banda Aceh, berstatus mahasiswi Fakultas Hukum USK.
Juara favorit II Raja dan Ratu Baca Aceh 2021 diraih Safrizal, warga Desa Puuk, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.
Ia merupakan lulusan Prodi Pendidikan Kimia FKIP USK dan Rahmadani, warga Desa Timang Gajah, Kabupaten Meriah yang kuliah di Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry.
Pengumuman nama-nama juara tersebut dibacakan oleh ketua dewan juri, Yarmen Dinamika (Wartawan Harian Serambi Indonesia) yang disaksikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Dr Edi Yandra SSTP MSP di Aula DPKA, Jumat (29/10/2021) sore.
Pada kesempatan itu hadir pula ketua panitia pemilihan yang juga Kepala Bidang Layanan Perpustakaan DPKA, Zulfadli SE MM dan seluruh personel panitia.
Selain itu, Juga hadir anggota dewan juri yang terdiri atas Herman RN (Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Syiah Kuala), Muhammad Yusuf (Pustakawan Senior DPKA).
Kemudian Nazaruddin Musa (Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Aceh), dan Ihan Nurdin (pegiat literasi dan Pemimpin Redaksi AcehTrend).
Proses seleksi
Seleksi ini diawali dengan pendaftaran peserta sejak 1 hingga 25 Oktober 2021.
Sebanyak 49 orang dari seluruh Aceh dinyatakan berhak ikut ujian tulis secara daring pada 27 Oktober.
Kemudian, setelah hasil ujian mereka dinilai oleh tim juri, diumumkan ada 20 nama (sepuluh pria, sepuluh wanita) yang berhak masuk ke babak final.
Para finalis berkumpul pada 29 Oktober pagi di Aula DPKA, tarik nomor undian, lalu satu per satu presentasi di depan dewan juri.
Kemudian, para juri mengajukan beberapa pertanyaan dan diberi nilai. Hasil akhir dari sesi presentasi dan tanya jawab itulah yang menempatkan enam orang menjadi juara.
Dalam sambutannya, Kepala DPKA Aceh, Dr Edi Yandra mengucapkan selamat kepada Raja dan Ratu Baca Aceh 2021 serta para juara favorit I dan II Raja dan Ratu Baca Aceh 2021.
“Para finalis lainnya yang belum beruntung tahun ini insya Allah akan meraih kejuaraan pada seleksi tahun depan.
Di mata saya, semua finalis adalah yang terbaik. Kegagalan tahun ini merupakan sukses yang tertunda,” kata Edi Yandra menyemangati para finalis.
Edi berharap banyak agar Raja dan Ratu Baca Aceh serta juara favorit I dan II bisa berkonstribusi banyak dalam membantu program-program DPKA terkait upaya peningkatan budaya baca dan indeks literasi di Aceh.
Dapat Rp 6 Juta
Lomba Raja dan Ratu Baca Aceh tahun ini memperebutkan uang tunai total Rp 24 juta.
Hadiah berupa uang pembinaan dan piagam penghargaan kepada para juara, menurut Kepala DPKA, akan diserahkan dalam suatu acara khusus pada November mendatang.
Raja dan Ratu Baca Aceh tersebut masing-masing mendapat hadiah uang tunai Rp 6.000.000.
Juara favorit I Raja dan Ratu Baca masing-masing Rp 4.500.000 dan juara favorit II Raja dan Ratu Baca Aceh 2021 masing-masing mendapat Rp 2.500.000.
Edi Yandra mengatakan, Pemilihan Raja dan Ratu Baca Aceh Tahun 2021 ini dilaksanakan dalam rangka mengembangkan budaya baca dan pembinaan perpustakaan di lingkungan masyarakat Aceh.
Ia mengucapkan terima kasih kepada panitia dan dewan juri yang sudah menyukseskan agenda tahunan DPKA ini.
“Kita usahakan tahun depan hadiahnya bisa lebih banyak lagi,” ujar Edi Yandra. (*)
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail | Sumber : Serambinews.com
