foto: Istimewa
Dikutip data katadata.co.id, Kementerian Perdagangan menyebutkan pada tiga bulan ke depan akan ada peningkatan kebutuhan konsumsi daging sapi dari 52.156 ton pada Maret, menjadi 59.979 ton pada April, dan 76.769 ton Mei.
Oleh karena itu rencana impor daging beku ini harus terlaksana sesuai jadwal untuk menjaga stok dan stabilitas harga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) prognosa konsumsi per kapita per tahun sebesar 2,56 kg. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 227 juta jiwa, kebutuhan nasional mencapai sekitar 700 ribu ton.
Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pujo Setio mengatakan bahwa dengan perhitungan BPS tersebut Indonesia bisa saja tidak harus melakukan impor.
Namun, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Syailendra mengatakan bahwa impor daging dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga pasar dan menutupi kekurangan stok daging pada bulan Mei. Impor tersebut diharapkan bisa masuk sebelum lebaran.
“Dari 80.000 ton penugasan, informasinya di Maret akan masuk 2.772 ton, di April 20.000 ton dan Mei 14.000 ton. Kita harapkan yang Mei ini masuk sebelum hari raya, karena kalau setelah hari raya sudah lewat momennya,” ujar Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan di sebuah diskusi virtual pada Senin (29/3) dikutip dari katadata.co.id.
