Oleh:
Nurliza, S.Kes dan Dr. Sofia, S.Si., M.Sc
*Mahasiswi dan Dosen Pengajar Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran
Universitas Syiah Kuala
Udara merupakan elemen yang sangat penting bagi makhluk hidup. Udara yang bersih akan mampu membawa kesejahteraan bagi kehidupan manusia. Coba bayangkan jika di dunia ini tidak ada udara pastinya makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Perkembangan teknologi dan era industrialisasi telah membawa perubahan terhadap kondisi udara ini.
Udara menjadi tercemar dan tidak lagi dapat memberi kesegaran bagi manusia bahkan menimbulkan efek negatif. Dampak negatif ini tidak hanya dirasakan oleh manusia tapi juga oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Pencemaran udara merupakan salah satu risiko kesehatan lingkungan terbesar bagi masyarakat global. Penyebabnya diketahui selain dari faktor alamiah juga berasal dari berbagai kegiatan manusia seperti pembakaran hutan, kegiatan industri, dan asap kendaraan bermotor.
Pencemaran udara atau sering disebut juga polusi udara telah diperkirakan sebagai penyebab 7 juta kematian dini. Angka ini merupakan ancaman terbesar bagi kehidupan manusia. Polusi udara ini menjadi permasalahan besar di wilayah perkotaan mengingat kondisi padatnya jumlah penduduk dan aktifitas manusia yang sangat banyak. Pada tahun 2015, majelis kesehatan dunia telah menetapkan bahwa polusi udara merupakan faktor risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung iskemik, stroke, penyakit paru obstruksi kronik, asma, dan kanker.
Mengingat begitu berbahayanya akibat dari polusi udara ini maka sangat diperlukan adanya penyebarluasan informasi untuk menjaga udara tetap bersih dan senantiasa mencegah timbulnya pencemaran udara di sekitar kita.
Pencemaran Udara dan Penyebabnya
Pencemaran udara merupakan penurunan kualitas udara yang bersih akibat masuknya senyawa-senyawa ataupun unsur-unsur lain ke dalam atmosfer bumi sehingga dapat menyebabkan penyakit. Unsur-unsur penyebab pencemaran udara ini diantaranya adalah karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), chlorofluorocarbon (CFC), sulfur dioksida (SO2), hidrokarbon (HC), partikulat, timah (Pb), dan carbon dioksida (CO2).
1. Karbon monoksida (CO)
Senyawa ini ditemukan dari bahan buangan kendaraan bermotor. Karbon monoksida memang tidak dapat dirasakan, namun gas ini bersifat racun. Keracunan karbon monoksida dapat menyebabkan hipoksia (rendahnya kadar oksigen) pada tubuh dan dapat membahayakan jaringan-jaringan dalam tubuh manusia dan dapat menyebabkan kematian mendadak. Di daerah perkotaan yang padat lalu lintas kendaraan, karbon monoksida yang dihasilkan akan dibawa dengan kecepatan angin membentuk senyawa stabil antara karbon monoksida dengan hemoglobin darah yang dapat menyebabkan keracunan.
2. Sulfur dioksida (SO2)
Sulfur dioksida (SO2) adalah partikel gas yang dapat mencemari udara yang bersifat mudah larut dalam air, tidak berwarna, berbau tajam atau pedas. Sulfur dioksida dapat berasal dari pembakaran batubara, pabrik yang menghasilkan bubur kertas, serta peleburan seng.
Hasil laporan Environmental chemistry, air and water pollution menunjukkan bahwa efek dari pajanan sulfur dioksida dengan konsentrasi dan jangka waktu tertentu dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan, iritasi mata, hidung, tenggorokan, batuk, timbul rasa tercekik di leher, nyeri dada, dan bronkokonstriksi (gejala penyakit asma).
3. Nitrogen dioksida (NO2)
American Lung Association mengemukakan bahwa nitrogen dioksida (NO2) dihasilkan dari gas buangan kendaraan di jalan raya dan pembakaran minyak tanah atau alat-alat listrik. Efek yang di timbulkan berupa infeksi saluran pernafasan dan gangguan fungsi paru. Risiko yang di timbulkan akan semakin besar jika konsentrasi NO2 di tempat tinggal kita tinggi dan bila dalam jangka panjang terus terhirup akan menyebabkan paru-paru mudah terinfeksi dengan bakteri dan virus.
Efek bagi kesehatan akan menyebabkan sesak nafas dan asma yang terjadi berulang, dan pada anak-anak akan menyebabkan infeksi saluran pernafasan serta menurunkan fungsi paru-paru.
Penyebab Pencemaran Udara
Terkadang manusia tidak sadar bahwa dari kegiatan yang mereka lakukan dapat menyebabkan pencemaran udara dan efek yang ditimbulkan akan dirasakan oleh manusia itu sendiri. Beberapa kegiatan manusia yang menghasilkan zat pencemar udara antara lain:
1. Asap kendaraan bermotor
Di era modern ini, tuntutan untuk memiliki kendaraan pribadi menjadi kebutuhan semua orang. Akibat dari hal ini adalah jumlah asap yang dihasilkan dari buangan kendaraan bermotor ini menjadi pemicu pencemaran udara. Dampak asap kendaraan bermotor ini jika dihirup oleh manusia akan menyebabkan gangguan pernafasan yang jika dialami dalam jangka waktu yang panjang akan menyebabkan penyakit kronis maupun akut.
2. Limbah asap industri atau pabrik
Asap yang dihasilkan dari buangan proses produksi dan mengandung zat yang dapat membahayakan manusia dan lingkungan. Asap pabrik ini merupakan penyumbang besar gas karbon di udara. Asap pabrik ini juga pemicu terjadinya hujan asam.
3. Limbah rumah tangga
Kegiatan rumah tangga juga menyebabkan pencemaran udara di karenakan kegiatan rumah tangga menghasilkan sampah seperti bekas kemasan plastik, kertas, bahan organik, dan sampah padat lainnya. Limbah padat rumah tangga kadang dilakukan pengolahan langsung oleh masyarakat melalui pembakaran.
Efek yang ditimbulkan dari asap pembakaran sampah ini dapat menyebabkan pencemaran udara. Banyak dari masyarakat yang tidak mengetahui bahaya membakar sampah ini bagi kesehatan sehingga kegiatan ini perlu dihindari agar tidak dilakukan.
4. Tumpukan sampah
Tumpukan sampah biasanya sering terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dari tumpukan sampah tersebut dapat membahayakan untuk kesehatan. Tumpukan sampah dalam jangka waktu panjang akan mengeluarkan bau yang tidak sedap bahkan mengeluarkan zat-zat yang berbahaya. Bukan hanya mengeluarkan bau yang tidak sedap, tapi tumpukan sampah ini dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan paru-paru dan penyakit kulit.
Manusia sebagai makhluk yang mempunyai akal pikiran mempunyai tanggung jawab untuk menjaga udara bagi kehidupan manusia maupun makhluk hidup lain yang ada di bumi. Di dalam Al-Quran Surah Ar-Rum ayat 41 yang artinya “telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Dari ayat ini tersampaikan dengan sangat jelas bahwa manusia itu sendiri yag membuat kerusakan di muka bumi dan ia akan menerima akibat dari apa yang telah dilakukannya.
Oleh karena itu manusia bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.
Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan mengurangi pencemaran udara yang terjadi. Kegiatan yang bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan menggantikannya dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda sehingga bisa mengurangi jumlah asap yang menyebabkan pencemaran udara.
Kegiatan lain yang perlu digalakkan adalah bercocok tanam, melakukan penghijauan karena hal ini dapat membantu produksi oksigen yang bisa membuat udara lebih bersih. Hindari pembakaran sampah di ruang terbuka dan daur ulang sampah. Penyuluhan mengenai pentingnya menjaga udara yang bersih dari penyebab polusi, mengganti bahan bakar kendaraan menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan seperti biogas, dan tidak melakukan penggundulan hutan karena pepohonan hijau ini akan membantu untuk menyerap partikel udara yang kotor.
Upaya-upaya di atas dapat kita lakukan mulai dari diri kita sendiri, keluarga dan orang terdekat kita, serta masyarakat di sekitar kita. Semakin banyak orang menyadari dan melakukan usaha ini secara bersama-sama maka akan semakin membuat bumi kita ini semakin terjaga dari kerusakan dan dari polusi udara. Mari kita menjaga bumi ini demi generasi kita berikutnya yang sehat!
